Selasa, 29 Desember 2009

Perubahan Organisasi, Penolakan dan Penangannya

Pandangan-pandangan tentang perubahan :
1. Pandangan birokrasi. Penganutnya Max Weber. Pandangan ini menyatakan pada
hakekatnya sasaran dan target perubahan adalah birokrasi yang dipandang sebagai
alat administrasi dan instrument kekuasaan.
2. Pandangan Demokrasi dan Liberlisasi. Peolopornya adalah Warrant G. Bennis.
Pandangan ini menyatakan hendaknya suatu perubahan melalui demokrasi dan
liberalisasi. Menurutnya, ada kekuatan yang memaksa organisasi memodifikasi
struktur ataupun iklim agar dapat mengatasi fakta dalam dunia modern.
3. Perubahan yang direncanakan. Perlopornya adalah Daniel Kast dan Rosenzweig.
Pandangan ini beranggapan bahwa organisasi secara umum dan manajemen secara
khusus dapat mengenali perbedaan antara situasi yang ada dengan situasi yang
diharapkan oleh sebab itu, perbaikan organisasi dapat dilakukan dan ukuran atau
dimensi yang dipakai adalah efektifitas, efisiensi serta kepuasan anggota.
4. Nilai humanisme industry. Pelopornya antara lain : Abraham Masslow, Chris
Argyris, M.C. Gregor, Rensis Likert, Robert R. Blake dan James S. Mouten.
Pandangan ini merupakan kelanjutan dari pandangan perubahan yang direncanakan,
dimana pada hakekatnya diakui adanya nilai-nilai manusia industry.

Penolakan terhadap perubahan :
1. Vested interest (kepentingan pribadi yang licik)
2. Salah pengertian
3. Norma kelompok
4. Keseimbangan kekuatan
5. Berbagai perbedaan/penilaian

Penangan penolakan terhadap perubahan :
1. Pendidikan dan komunikasi
2. Partisipasi dan keterlibatan
3. Kemudahan dan dukungan
4. Negoisasi dan persetujuan
5. Manipulasi dan bekerja sama
6. Paksaan eksplisit dan implisit

Perubahan Organisasi

Sumber-sumber yang menyebabkan perubahan organisasi :
1. Lingkungan di luar organisasi baik politik, ekonomi, social, budaya, agama
dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan.
2. Perubahan tujuan
3. Tekhnologi
4. Perubahan manajerial
5. Perubahan structural
6. Perubahan psycho social

Adapun tujuan dari perubahan-perubahan yang terjadi adalah :
1. Untuk menangani secara efektif tantangan-tantangan yang timbul akibat
meningkatnya persaingan inovasi tekhnologi, pembaharuan peraturan-peraturan
pemerintah dan berbagai tekanan social.
2. Untuk melakukan modifikasi-modifikasi berbagai pola keperilakuan individu atau
kelompok dalam suatu organisasi.

Tipe-tipe lingkungan yang mengalami perubahan adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan stavil, yaitu lingkungan yang sedikit/tanpa perubahan, tidak
diperkirakan /secara tiba-tiba.
2. Lingkungan berubah, yaitu lingkungan dimana inovasi memungkinkan perubahan
terjadi dalam setiap/seluruh bidang secara lambat.
3. Lingkungan bergejolak, yaitu lingkungan dimana sering terjadi perubahan dalam
setiap/seluruh bidang secara drastis.

Contoh Keburukan Organisasi dalam Institusi Pendidikan

Ini adalah salah satu contoh keburukan organisasi dalam institusi pendidikan dimana Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota SUMUT yang telat dalam mengirimkan data peserta Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2009/2010 sehingga memperlambat kinerja dair Dinas Pendidikan SUJMUT.
Hal ini telah menunjukkan bahwa betapa buruknya organisasi dalam institusi pendidikan di daerah SUMUT, y ang seharusnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota SUMUT harus sudah menyelesaikan tugasnya untuk mendaftarkan nama-nama peserta Ujian Nasional tahun pelajaran 2009/2010.
Dinas Pendidikan Sumut (Disdiksu) akan melaporkan kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota kepada Bupati dan Walikota jika deadline daftar peserta Ujian Nasional (UN) tidak dikirim sampai Senin (28/12).

"Kita sangat sesalkan sampai saat ini masih ada 8 dari 33 Kabupaten dan Kota yang belum mengirimkan data peserta UN tahun pelajaran 2009/2010," sesal kepala Dinas Pendidikan Sumut Drs H Bahrumsyah MM kepada Global di kantor Disdiksu Jalan T Cik Ditiro Medan, Senin (28/12).
Dari ke 8 kabupaten dan kota yang belum mengirimkan berkas data peserta UN tersebut salah satu di antaranya Dinas Pendidikan Medan.

"Sebagai dinas pendidikan yang terdekat dengan provinsi, data tersebut seharusnya sudah masuk dari pada daerah lainnya. Justru Dinas Pendidikan Tapanuli Utara yang terlebih dulu mengirimkan datanya," kata Bahrumsyah.

Menurut Bahrum, pada pertemuan sosialisasi tentang UN yang digelar Badan Standar Nasional pendidikan (BSNP) dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota pada Selasa (22/12) lalu di Hotel Garuda Plaza, disepakati pengiriman data peserta UN ke Dinas Pendidikan provinsi Sumut paling lambat Senin (28/12).

"Namun kenyataannya masih ada 8 lagi Dinas pendidikan yang belum mengirimkan berkasnya. Padahal keterlambatan pengiriman data tersebut dikhawatirkan bisa mempengaruhi proses pelaksanan UN yang tahun ini mengalami perubahan dari April menjadi minggu ketiga Maret 2010," kata Bahrumsyah.
Dijelaskan Bahrumsyah, untuk kelulusan UN tahun ini, Departemen pendidikan nasional (Depdiknas) menetapkan empat kriteria kelulusan siswa peserta UN.

Kriteria tersebut yakni satu merupakan standar nilai kelulusan dengan batas minimal 5,50 dan tiga di antaranya berdasarkan penilaian sekolah.

Pelaksanaan UN 2010 berdasarkan Revisi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 84/2009 yang sebelumnya dengan peraturan Nomor 75/2009.

UN untuk tingkat SMA/MA/SMK dilaksanakan pada tanggal 22-26 Maret mendatang, sedangkan ujian ulangan pada tanggal 10-14 Mei 2010. Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) UN pada tanggal 22-24 Maret sedangkan ujian ulangan tanggal 29-31 Maret 2010.

Untuk UN SMP/MTs dan sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB) tanggal 29 Maret hingga 8 April 2010, sedangkan untuk ujian ulangan tanggal 17-20 Mei 2010. Sementara untuk tingkat SD/MI dan sekolah dasar luar biasa (SDLB) pada tanggal 4-5 Mei dan untuk ujian ulangan tanggal 10-12 Mei 2010.

Sedangkan pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Dasar Luar Biasa/Madrasah Ibtidaiyah (SD/SDLB/MI) ditetapkan beradasrkan Kepmendiknas Nomor 74/2009.

Standardisasi kelulusan, kata Bahrumsyah rata-rata nilai 5,50 terhadap 6 mata pelajaran yang di UN-kan. Namun nilai tersebut bukan "paku mati" bagi peserta yang memperoleh nilai 4.00, paling banyak 2 mata pelajaran dan 4,25 lagi paling rendah, dengan ketentuan nilai mata pelajaran lainnya harus bisa memenuhi nilai rata-rata yang telah ditetapkan. Sedangkan nilai ujian kompetensi bagi siswa SMK harus 7.00.

Bahrumsyah mengimbau agar pihak sekolah dan guru terus melakukan pembelajaran secara intensif dengan menyelesaikan materi pelajaran, karena adanya perubahan percepatan pelaksanaan ujian. Demikian juga bagi peserta didik agar lebih giat dan bersungguh-sungguh belajar. Sedangkan kepada para orangtua Bahrum menegaskan jangan ada upaya-upaya mendatangai pihak sekolah maupun guru untuk membantu kelulusan anaknya.

"Bagi siswa dinyatakan tidak lulus UN dapat mengikuti ujian ulangan, dan yang tidak lulus penilaian sekolah maka kebijakan ujian ulangan sekolah tersebut ditentukan sekolah yang bersangkutan," jelas Bahrumsyah.

KEBURUKAN STRUKTUR ORGANISASI GARIS/STAFF dan FUNGSIONAL PADA SUATU INSTITUSI PENDIDIKAN

Untuk lebih memahami hakikat organisasi, perlu diketahui pula unsur-unsurnya, yaitu:

1. Manusia (human factor), artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia yang
bekerja sama, ada pemimpin dan ada yang dipimpin (bawahan).
2. Tempat Kedudukan, artinya organisasi baru ada, jika ada tempat kedudukannya.
3. Tujuan, artinya organisasi baru ada jika ada tujuan yang ingin dicapai.
4. Pekerjaan, artinya organisasi baru ada, jika ada pekerjaan yang akan dikerjakan
serta adanya pembagian pekerjaan.
5. Struktur, artinya organisasi baru ada, jika ada hubungan dan kerja sama antar
manusia yang satu dengan yang lainnya.
6. Teknologi, artinya organisasi baru ada, jika terdapat unsur teknis.
7. Lingkungan (Environment External Social System), artinya organi¬sasi baru ada,
jika ada lingkungan yang saling mempengaruhi misalnya ada sistem kerja sama
sosial.

Organisasi dalam institusi pendidikan banyak juga mengalami masalah seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Fungsi garis adalah fungsi dengan tanggung jawab langsung demi tercapainya tujuan organisasi.

Staff adalah unsur organisasi yang membantu orang-orang fungsional di dalam usaha mereka secara efektif mencapai tujuan organisasi.

Dapat ditetapkan bahwa :
• Hubungan garis merupakan hubungan berdasar prinsip skalar di mana atasan dapat
memberi perintah langsung kepada bawahan.
• Staff hanyalah mempunyai hak memberikan nasihat.
Konflik yang biasa timbul dari hubungan antara orang garis dan staff karena :
• Orang staff merasa lebih ahli dan lebih muda meremehkan orang garis sehingga sulit
untuk bekerja sama.
• Orang staff tak berasa tanggungjawab terhadap hasil kegiatan (karena bukan mereka
yang melaksanakan operasi).
• Orang garis merasa lebih berpengalaman karena itu tidak memperdulikan apa yang
dikatakan staff.
• Orang garis merasa dia yang bertanggungjawab terhadap hasil pekerjaan sehingga
cenderung menggunakan konsep sendiri.
• Tidak ada kesatuan perintah.

Untuk memperkecil kemungkinan konflik :
• Pembatasan kembali tugas secara jelas dan dikomunikasikan pada mereka yang
berkepentingan.
• Orang garis perlu mendengarkan apa yang dikatakan staff.
• Orang staff selalu harus diberi informasi tentang perkembangan organisasi.
• Staff harus memberi nasihat dalam bentuk yang lengkap.
• Staff bisa dirotasi menjadi orang garis dan diminta melaksanakan rencananya.